Ratusan warga Desa Bendar, Kecamatan Juwana tumplek blek memeriahkan Sedekah Laut Juwana. Dengan memakai berbagai kostum, mereka turun jalan mengikuti arak-arakan.
Kepala kambing dan kerbau dihias sedemikian rupa di atas bambu. Janur atau daun muda pohon kelapa menghiasi kepala kerbau dan kambing tersebut.
Sejumlah sesaji berupa jajan pasar hingga bubur merah putih juga ikut diarak keliling desa. Meskipun menempuh jarak cukup panjang, warga tetap antusias mengikuti arak-arakan.
Sesampainya di Dermaga Desa Bendar, kepala kerbau, kepala kambing hingga berbagai sesaji itu kemudian dibawa dengan menggunakan perahu menuju muara Sungai Siluhonggo atau yang juga disebut Sungai Juwana.
Murianews, Pati – Sedekah Laut Juwana, Kabupaten Pati berjalan meriah, Minggu (29/3/2026). Kepala kambing dan kerbau dilarung usai diarak sepanjang 3 km.
Ratusan warga Desa Bendar, Kecamatan Juwana tumplek blek memeriahkan Sedekah Laut Juwana. Dengan memakai berbagai kostum, mereka turun jalan mengikuti arak-arakan.
Kepala kambing dan kerbau dihias sedemikian rupa di atas bambu. Janur atau daun muda pohon kelapa menghiasi kepala kerbau dan kambing tersebut.
Sejumlah sesaji berupa jajan pasar hingga bubur merah putih juga ikut diarak keliling desa. Meskipun menempuh jarak cukup panjang, warga tetap antusias mengikuti arak-arakan.
Sesampainya di Dermaga Desa Bendar, kepala kerbau, kepala kambing hingga berbagai sesaji itu kemudian dibawa dengan menggunakan perahu menuju muara Sungai Siluhonggo atau yang juga disebut Sungai Juwana.
Dilarung...
Sesampainya di tengah laut, kepala kerbau hingga sesaji tersebut kemudian dilarung. Ritual ini menyimpan rasa syukur dan harapan agar masyarakat Juwana dan sekitarnya diberikan keberkahan oleh Allah berupa tangkapan ikan yang melimpah dan ekonomi yang baik.
”Ini bukan hanya seremonial semata. Tapi juga wujud rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT,” ujar Ketua Panitia Sedekah Laut, Heri Budianto.
Sedekah Laut yang menjadi tradisi nenek moyang ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya yang dilarung hanya kepala kerbau saja atau kepala kambing saja, kini dua-duanya dilarung bersamaan.
”Spesial hari ini kita larung kepala kerbau dan kambing. Sebelumnya itu hanya satu kalau ndak kepala kambing kepala kerbau. Ini dua-duanya,” tutur dia.
Selain larung sesaji, Sedekah Laut Juwana juga dimeriahkan berbagai acara. Mulai dari senam, berbagai perlombaan, Expo UMKM hingga pengajian.
”Untuk hiburannya ada barongan ketoprak hingga expo. Untuk temannya saat ini nelayan sejahtera makmur,” tandas dia.
Bentuk penghormatan...
Sementara itu, Kepala Desa Bendar, Sutopo menyampaikan, Sedekah Laut juga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur yang sudah tiada. Selain itu tradisi ini diselenggarakan sebagai ucapan rasa syukur.
”Kami mengucap syukur atas rezeki yang telah diberikan. Dalam hal ini para nelayan diberi kesempatan untuk mencari ikan,” terangnya.
Tak lupa, Sutopo juga mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang datang untuk menyaksikan Sedekah Laut. Ia berterima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
Pihaknya berharap adanya tradisi Sedekah Laut dapat memberikan kelancaran bagi nelayan kala melaut. Selain itu juga dimudahkan mencari ikan sebagai mata pencaharian sehari-hari.
Editor: Anggara Jiwandhana