Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, puluhan warga Bumi Mina Tani terjangkit chikungunya.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, tercatat ada 20 warga yang terjangkit penyakit tersebut. Data tersebut dihimpun sejak awal tahun 2026 hingga Maret 2026.
Sebanyak empat kecamatan menjadi wilayah penyebaran. Mulai dari Kecamatan Jaken sebanyak 5 kasus, Tayu (5 kasus), Wedarijaksa (5 kasus) dan Margorejo (5 kasus).
”Sebanyak 20 orang yang positif chikungunya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, Rabu (1/4/2026).
Angka ini tergolong tinggi. Untungnya belum ada laporan angka kematian akibat penyakit chikungunya. Puluhan kasus chikungunya di Kabupaten Pati ini menyerang berbagai usia. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua.
Menurutnya, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ini umum terjadi saat musim hujan seperti ini. Sebab, musim hujan nyamuk dapat berkembang biak.
”Biasanya musim hujan dan pancaroba,” terangnya.
Menindaklanjuti laporan ini, pihaknya berharap masyarakat bisa melakukan upaya pencegahan chikungunya. Seperti menjalankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.
Pencegahan...
- 1
- 2



