SDN Mencon Pati Rusak 90 Persen, Aktivitas KBM di Rumah Warga
Umar Hanafi
Selasa, 14 April 2026 15:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Sekolah Dasar Negeri atau SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati mengalami kerusakan parah nyaris 90 persen. Hal ini membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dialihkan ke rumah warga dan sejumlah tempat lainnya.
Kepala SDN Mencon, Muhammad Yasin Amin, mengungkapkan setidaknya ada empat bangunan ruang kelas yang tidak ditempati untuk KBM. Kerusakan ini terjadi bertahan.
Kerusakan sekolahnya terjadi sejak 2 tahun lalu. Kondisi ini kemudian diperparah setelah hujan deras mengguyur wilayahnya pada Sabtu (11/4/2026) malam lalu. Waktu itu, ruangan kelas ambrol lantaran terjadinya longsor.
”Malam Minggu jam 7 malam ada hujan, sehingga kondisi kelas ini tertimpa musibah, atap roboh, tapi alhamdulilah terjadi malam hari. Kelas ini sudah saya kosongkan sekitar dua tahun lalu, mengingat khawatir keselamatan pembelajaran anak-anak,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).
Akibatnya, saat ini hanya kelas V dan VI saja yang masih bisa digunakan untuk KBM. Sedangkan keempat kelas lainnya harus mengungsi ke tempat lain
Untuk siswa kelas I melangsungkan KBM di balai desa, siswa kelas II mengikuti KBM di rumah salah satu perangkat desa, siswa kelas III melangsungkan pembelajaran di rumah warga, dan siswa kelas IV melangsungkan pembelajaran di Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Mencon.
”Hampir 90 persen bangunan kelas tidak layak ditempati. Kelas yang lain, empat kelas pembelajaran tidak di sekolah lagi, ada yang rumah penduduk, di rumah kepala desa, dan lain sebagainya,” tutur dia.
Ia menilai pembangunan sekolah harus dilakukan 100 persen. Pasalnya, kondisi bangunan SDN Mencon ini sudah perlu direvitalisasi secara total. Apalagi kondisi tanah yang ditempati sekolah tersebut rawan geser.
Atap lapuk...
- 1
- 2



