Festival Kali Juwana Pati Dimulai, Momen Keroyokan Rawat Sungai
Umar Hanafi
Senin, 27 Juli 2026 15:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Ini bagian dari kebudayaan ideologis yang dikembangkan di Jampisawan sehingga persoalan lingkungan khususnya di Sungai Juwana itu tak melulu diselesaikan dengan proyek, dengan pengerukan, pembangunan tanggul. Tapi kami ingin masyarakat, pemerintah dan semua pihak di Kabupaten Pati menghormati Sungai Juwana,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kelestarian Sungai Juwana ini harus terus rawat dan dijaga. Menurutnya, sungai merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat.
”Sungai Juwana sudah ada sebelum leluhur-leluhur kami, jadi wajib menghormati mereka sehingga menumbuhkan rasa cinta dan keperdulian terhadap sungai Juwana sehingga akhirnya masyarakat bisa merawat sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan sungai ini menjadi rusak,” tutur dia.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk bersama-sama merawat sungai. Komitmen ini dipertegas dengan penandatanganan piagam kolaborasi.
”Kami berharap ada piagam kolaborasi, kerja sama yang disepakati kita akan bersama-sama merawat sungai. Jampisawan hanya satu kelompok kecil. Tanggungjawab besar ada di pemerintahan. Yang punya kewenangan dan lain-lain,” beber dia.
Jampisawan...
Baca Juga



