Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Azka Alminan, pedagang sapi di Kabupaten Kudus menjelaskan, di tahun ini penjualan hewan ternak sapi di tempatnya lebih ramai.
”Tahun lalu masih ada Covid-19 dan PMK. Tahun ini sudah melandai, hanya LSD (Lumpy Skin Disease, red) tetapi tidak begitu banyak. Sehingga penjualan saat ini lebih ramai,” katanya, Kamis (8/6/2023).
Di tahun ini, dia menilai ada peningkatan sebanyak 70 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kenaikan tersebut dilihat dari lebih ramainya pembeli sapi di tempatnya.
”Tahun lalu menjelang Iduladha saya bisa jual 20 ekor sapi dan 10 ekor kerbau. Di tahun ini saya prediksi bisa jual 80 sapi dan 20 kerbau. Saat ini saja sudah bisa jual 48 ekor sapi,” sambungnya.
Baca: Bolehkah Ternak Terpapar LSD jadi Hewan Kurban? Ini Jawaban MUI Kudus
Tidak berhenti di situ, tahun lalu pembeli hewan kurban hanya berasal dari lokal Kabupaten Kudus saja. Hal itu berbeda dengan tahun ini yang pembelinya sampai luar Kabupaten Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



