Murianews.com menyambangi kediaman Wagiran dan Sri Purwati. Lokasinya berada di RT 02, RW 10, Desa Gondangmanis. Pasangan ini rencana akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 19 Juni 2023 bergabung dengan Kloter 87.
Sedangkan Sri Purwati (59) bekerja sebagai pedagang kerupuk keliling. Terkadang sambil berjualan jajanan ringan untuk anak kecil.
”Pendapatan saya tidak menentu. Terkadang Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu. Biasanya keuntungan bersih Rp 20 ribu. Saya jualannya di sekitar Desa Gondangmanis saja,” katanya, Senin (12/6/2023).
Baca: Tips Sai yang Aman bagi Jemaah Haji Risiko Tinggi dan LansiaSementara sang suami, Wagiran (68) bekerja sebagai buruh tani. Pendapatannya per hari tidak menentu. Ia memang menggarap sepetak sawah, namun bukan miliknya sendiri.
Keduanya menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan harian tersebut agar dapat berangkat haji.
”Kami berdua tahun 2012 mendaftarkan diri dengan membawa uang tabungan Rp 17 juta untuk dua orang dan itu sudah dapat kursi," ujar Sri.
Selang dua tahun dia berhasil menutup setoran awal biaya haji sebesar Rp 25 juta per orang dan pada 2020 direncanakan untuk diberangkatkan.
Baca: Jemaah Haji Meninggal, Ini Besaran Asuransi yang Didapat
Namun saat itu gagal berangkat karena adanya pancemi Covid-19. Di tahun 2020 dan 2021 pemerintah tidak membuka pemberangkatan ibadah haji.Pada tahun 2022, Sri seharusnya sudah bisa berangkat haji. Namun saat itu, suaminya yang usianya 65 tahun terkena batasan usia.”Karena di 2022 itu baru selesai pandemi dan ada batasan usia. Sesuai aturannya, saya bisa berangkat di tahun 2022 tetapi suami tidak bisa. Akhirnya setelah diskusi dengan keluarga saya memilih menunda asal bisa berangkat bersama suami,” terangnya.Kini, setelah sempat tertunda akibat corona, keduanya telah bersiap untuk berangkat. Keduanya juga sudah mengemas perlengkapan ibadah haji di dalam koper.”Saat ini ya menunggu keberangkatan haji saja. Sementara tidak jualan kerupuk dulu,” terang Sri.Keduanya dijadwalkan berangkat pada Senin (19/6/2023) pukul 07.30 WIB dari Pendapa Kudus. Kemudian berlanjut ke Asrama Haji Donohudan.”Kami manut saja alurnya. Semoga diberi kelancaran berangkat dan pulangnya,” imbuhnya.https://youtu.be/HuvSc2Zm1JwEditor: Ali Muntoha
Murianews, Kudus – Pasangan suami istri asal Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bernama Wagiran dan Sri Purwati sangat bahagia karena tahun ini bisa berangkat haji. Mereka telah menabung bertahun-tahun dari jualan kerupuk dan buruh tani demi mendapatkan ongkos haji.
Murianews.com menyambangi kediaman Wagiran dan Sri Purwati. Lokasinya berada di RT 02, RW 10, Desa Gondangmanis. Pasangan ini rencana akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 19 Juni 2023 bergabung dengan Kloter 87.
Sedangkan Sri Purwati (59) bekerja sebagai pedagang kerupuk keliling. Terkadang sambil berjualan jajanan ringan untuk anak kecil.
”Pendapatan saya tidak menentu. Terkadang Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu. Biasanya keuntungan bersih Rp 20 ribu. Saya jualannya di sekitar Desa Gondangmanis saja,” katanya, Senin (12/6/2023).
Baca: Tips Sai yang Aman bagi Jemaah Haji Risiko Tinggi dan Lansia
Sementara sang suami, Wagiran (68) bekerja sebagai buruh tani. Pendapatannya per hari tidak menentu. Ia memang menggarap sepetak sawah, namun bukan miliknya sendiri.
Keduanya menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan harian tersebut agar dapat berangkat haji.
”Kami berdua tahun 2012 mendaftarkan diri dengan membawa uang tabungan Rp 17 juta untuk dua orang dan itu sudah dapat kursi," ujar Sri.
Selang dua tahun dia berhasil menutup setoran awal biaya haji sebesar Rp 25 juta per orang dan pada 2020 direncanakan untuk diberangkatkan.
Baca: Jemaah Haji Meninggal, Ini Besaran Asuransi yang Didapat
Namun saat itu gagal berangkat karena adanya pancemi Covid-19. Di tahun 2020 dan 2021 pemerintah tidak membuka pemberangkatan ibadah haji.
Pada tahun 2022, Sri seharusnya sudah bisa berangkat haji. Namun saat itu, suaminya yang usianya 65 tahun terkena batasan usia.
”Karena di 2022 itu baru selesai pandemi dan ada batasan usia. Sesuai aturannya, saya bisa berangkat di tahun 2022 tetapi suami tidak bisa. Akhirnya setelah diskusi dengan keluarga saya memilih menunda asal bisa berangkat bersama suami,” terangnya.
Kini, setelah sempat tertunda akibat corona, keduanya telah bersiap untuk berangkat. Keduanya juga sudah mengemas perlengkapan ibadah haji di dalam koper.
”Saat ini ya menunggu keberangkatan haji saja. Sementara tidak jualan kerupuk dulu,” terang Sri.
Keduanya dijadwalkan berangkat pada Senin (19/6/2023) pukul 07.30 WIB dari Pendapa Kudus. Kemudian berlanjut ke Asrama Haji Donohudan.
”Kami manut saja alurnya. Semoga diberi kelancaran berangkat dan pulangnya,” imbuhnya.
https://youtu.be/HuvSc2Zm1Jw
Editor: Ali Muntoha