Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka kerap dijumpai di pasar hewan saat musim Kurban tiba. Para tukang ojek kambing ini akan menawarkan jasanya. Yakni, mengantarkan kambing yang dibeli ke rumah si pembeli.

Salah satu yang menggeluti jasa ini adalah Sarimin. Warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu sudah lima tahun terakhir ini menjalani kegiatan itu.

”Setiap ada acara pasaran (kliwon, red) saya selalu datang di Pasar Hewan Ternak Gulang, Kecamatan Mejobo sambil nunggu orderan kambing untuk diantar ke rumah pembeli,” katanya, Minggu (18/6/2023).

Baca: Pasar Hewan di Kudus Diperiksa Jelang Kurban, Ini Hasilnya

Saat menjalani profesi itu, Sarimin menggunakan motor Honda Supra. Kemudian, motor tersebut dikaitkan dengan gerobak untuk mengangkut kambing.

Dengan gerobak yang dikaitkan ke motornya itu, Sarimin biasa mengangkut tiga ekor kambing. Tapi, tak jarang pula ia mengangkut sampai empat ekor kambing meski pun salah satunya ditumpuk.

Sarimin biasa mangkal di Pasar Hewan Gulang setiap pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Dalam sehari, dia biasa mendapati dua sampai tiga kali orderan ojek kambing.

”Dalam sehari bisa mendapatkan Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Kalau bisa sampai tiga kali angkut bisa dapat Rp 250 ribu,” sambungnya.

Saat ini, orderan ojek kambing masih belum ramai. Ia mengatakan, orderan akan makin ramai saat mendekati Iduladha.”Mendekati hari H biasanya semakin ramai. Kalau sedang ramai biasanya bisa bawa pulang uang Rp 250 ribu,” terangnya.Baca: Ponpes Darul Quran Nurul Abidin Kudus Kurban 19 Kambing dan Tiga KerbauPendapatan tersebut dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Biasanya, Sarimin mengantarkan kambing ke beberapa daerah di area Kota Kretek. Di antaranya ke Desa Gulang, Desa Payaman, Desa Jepangpakis.Namun, ia akan menolak jika harus mengantarkan hingga ke luar Kabupaten Kudus. Ia mengaku tak menyanggupi itu karena terlalu jauh.Sarimin mengatakan, profesi itu dijalaninya agar tetap produktif. Sebab, usianya sudah tak lagi muda, yakni 60 tahun. Dirinya pun tetap ingin menjalani profesi sebagai ojek kambing.”Ke depannya tetap menjalani profesi ini. Dari pada di rumah tidak ada kegiatan malah bosan,” imbuhnya. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler