Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Marihi Alip, salah seorang pedagang kerbau di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus berpendapat, penyebab tak ramainya pembelian hewan kurban karena harganya yang naik setiap tahunnya.
”Lebih ramai tahun lalu. Kemungkinan karena setiap tahun harga hewan kurban selalu naik,” katanya, Rabu (21/6/2023).
Baca: Mendekati Iduladha, Harga Hewan Kurban di Kudus Mulai Naik
Dia menjelaskan, saat ini baru bisa menjual 35 ekor kerbau. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu.
”Kalau tahun lalu saya bisa jual sampai 50 ekor kerbau. Tahun ini bisa dibilang lebih sedikit,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan pedagang sapi di Kudus, Ashadi Husein. Saat ini penjualan sapi di tempatnya lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



