Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Nunung Ervana, Owner Sentral Perajin Goni dan Pandan Nuswantoro mengatakan, prospek produk dari kain goni masih memiliki pasar yang bagus. Bahkan, enam produknya berbahan dasar limbah kain goni laris manis.

Enam produknya yang berbahan limbah kain goni ini yakni, peci, topi bludru, tas, sandal, topi koboi, dan topi veteran. Produk-produk itu terus diburu setiap bulannya. Harganya beragam, dimulai dari harga Rp 20 ribu hingga Rp 120 ribu.

Baca: Peci Goni Kudus Bakal Mejeng di G20 Bali

Produk buatan Nunung itu sempat membuat negara peserta G20 kepincut. Sejumlah peserta dari Australia, Senegal, dan Nigeria kepincut membeli produknya saat dipamerkan di G20 Yogyakarta, Mei 2022 lalu.

”Produk yang paling diminati topi koboi dan tas. Saya melihatnya prospek kerajinan masih bagus karena banyak yang masih berminat untuk membeli, terutama daerah Bali dan Jakarta,” katanya saat disambangi Murianews.com rumah produksinya di RT 01, RW 04, Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (30/6/2023).

Baca: Sambut Pitulasan, Perajin Peci Goni Kudus Keluarkan Edisi VeteranDi teras rumah yang dijadikan tempat produksinya itu terdapat beberapa produk dari kain goni. Ada yang sudah bentuk jadi, ada juga yang masih berupa potongan setengah jadi.Nunung menjelaskan, dirinya mendapatkan limbah kain goni dari Desa Klumpit. Limbah kain goni tersebut didapatkannya dari rekannya.”Ada yang bekas digunakan untuk menaruh kacang, teh, dan tembakau. Kemudian saya beli untuk bahan dasar membuat produk bernilai jual ,” katanya. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler