Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyakit antraks disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis. Penyakit antraks bersifat menular akut pada hewan dan manusia.

Penyakit antraks dapat menyerang beberapa hewan. Di antaranya kambing, sapi, kerbau, dan hewan lainnya.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Agus Setiawan menyampaikan penyakit antraks dapat menular ke manusia. Dia menjelaskan beberapa ciri-cirinya.

”Ciri-cirinya ada demam, batuk berdahak, sesak napas dan sakit dada. Selain itu juga mual muntah, diare, dan nyeri perut,” katanya, Jumat (7/7/2023).

Baca: Kasus Antraks Menghantui Yogyakarta, Sultan Beberkan Penyebabnya

Oleh sebab itu, Agus meminta masyarakat untuk tetap waspada. Dirinya memberikan tips pencegahan penyakit antraks.

”Kami sudah meminta peternak untuk menjaga sanitasi dan higienitas kandang. Karena sarana penularan yang kotor dan tidak bersih mempermudah terjadinya penularan,” sambungnya.

Dirinya juga meminta masyarakat agar berhati-hati membeli hewan ternak. Dia menyarankan membeli hewan ternak yang dalam kondisi sehat.

”Kami sarankan untuk membeli hewan ternak yang kondisinya sehat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Baca: Kasus Antraks Dipastikan Belum Ditemukan di Kudus
Pihaknya melanjutkan, edukasi ke masyarakat terus dilakukan. Langkah itu sebagai antisipasi ketika ada hewan ternak terindikasi antraks.”Imbauan kami masyarakat tetap waspada dan tidak terlalu cemas,” imbuhnya.Di Kabupaten Kudus saat ini masih nihil kasus antraks. Meski demikian, Dispertan Kudus meminta masyarakat untuk tetap waspada.Kepala UPT Puskeswan dokter hewan Anton Cahyono mengatakan, ciri paling kelihatan ketika seseorang terkena antraks yakni kulit bewarna hitam. Bentuknya seperti borok.”Biasanya ketika di bagian tubuh sudah ada luka, bisa menjadi sasaran bagi antraks. Kemudian di bagian tubuh muncul warna hitam seperti borok,” terangnya.Baca: Antraks Menghantui, Begini Gejala dan Cara PengobatannyaMeski demikian, dirinya meminta masyarakat tidak perlu cemas. Dia meminta warga melaporkan ke instansi terkait ketika ada ternak suspek ke arah antraks.”Ketika ada temuan yang mengarah ke suspek antraks agar segera melapor ke kami,” imbuhnya. Editor: Ali muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler