Mainan Jadul jadi Koleksi Terbaru Museum Jenang Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 22 Agustus 2023 16:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Museum Jenang Kudus, Jawa Tengah memiliki koleksi baru. Koleksi tersebut yakni mainan jadul, yang merupakan tradisional anak-anak tempo dulu.
Display koleksi mainan jadul tersebut diletakkan di sekitar deretan display foto arsip Kabupaten Kudus. Ada sepuluh koleksi mainan tradisional yang didisplay.
Pengamatan Murianews.com sepuluh koleksi tersebut yakni yoyo, ketapel, gangsing, bedilan, dan dakon. Lalu ada bekel, glindingan, terbang, kelereng, dan karetan.
Hesti Tri Hartanto, Pengelola Museum Jenang dan Gusjigang Kudus menjelaskan pihaknya ingin mengembalikan memori pengunjung Museum Kudus ke kenangan masa kecil. Terlebih menurut dia saat ini anak-anak cenderung gemar bermain gadget.
”Permainan tradisional anak-anak saat ini mulai tergerus karena lebih condong ke gadget. Kami ingin mengingatkan dan mengedukasi dahulu itu ada mainan seperti ini,” katanya, Selasa (22/8/2023).
Museum Jenang Kudus menggandeng seniman lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk menyediakan mainan tradisional itu.
”Pesannya sekitar tiga bulan yang lalu. Kemudian didisplay seminggu yang lalu,” sambungnya.
Perihal biayanya dirinya enggan mengungkapkan harga tiap-tiap koleksi. Menurut dia harganya tergolong lumayan.
”Ya harganya lumayan senilai dengan seninya. Semoga keberadaan koleksi ini dapat memberikan edukasi dan hiburan bagi anak-anak,” imbuhnya.
Editor: Ali Muntoha



