Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – BMKG mengimbau warga Kudus untuk mewaspadai cuaca ekstrem saat musim pancaroba. Sebab, masa transisi dari musim kemarau ke penghujan ini rentan dengan cuaca ekstrem.
Sukasno, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengatakan, di masa transisi musim kemarau ke musim penghujan sering kali terjadi cuaca ekstrem seperti angin putting beliung hingga badai petir.
”Waspada cuaca ekstrem karena biasanya ada petir dan puting beliung disertai hujan,” katanya, Senin (18/9/2023).
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Kudus. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada Oktober nanti.
”Cuaca ekstrem diprediksi terjadi Oktober. Potensi ini dapat terjadi saat musim pancaroba,” sambungnya.
Cuaca ekstrem ini ditandai dengan berubahnya arah angin dan adanya petir.
”Kalau kemarau kan anginnya dari timur. Sedangkan saat musim pancaroba itu terkadang anginnya dari barat, timur, tenggara dan arah lainnya serta ada petir,” terangnya.
Sukasno menjelaskan, saat ini Kabupaten Kudus masih masuk musim kemarau. Meski sudah terjadi hujan, namun itu akan turun dengan kapasitas sedikit.
”Walaupun masih musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Sesekali ada hujan tetapi sedikit, di bulan Seorang ini curah hujannya 0 sampai 20 mili dalam satu bulan,” imbuhnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



