Mini Bioskop di Kudus Putar Film Sejarah Kretek, Tertarik Nonton?
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 29 September 2023 06:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Mini Bioskop di kawasan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bisa memutar film sejarah kretek. Tertarik menonton?
Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya, Sudarman mengatakan, mini bioskop tersebut bisa memutar film sejarah kretek. Dimulai dari era Jamhari sebagai penemu kretek sampai sejarah rokok di era modern.
”Kejayaan kretek Nitisemito juga ada. Kemudian era pabrik kretek jambu bol juga dibahas. Durasi film sejarah kretek ini 25 menit,” katanya, Jumat (29/9/2023).
Dia menambahkan, untuk menonton film sejarah kretek ini harus rombongan. Kapasitas mini bioskopnya mampu menampung 20 orang.
”Kalau yang tertarik menonton bisa langsung datang ke Museum Kretek. Nanti akan kami putarkan filmnya,” sambungnya.
Selain film sejarah kretek, mini bioskop juga dapat memutar film kartun maupun film terbaru saat ini. Namun, untuk film 3D saat ini belum dapat diputar di mini bioskop ini.
”Biasanya kalau pengunjungnya anak-anak kami tawarkan film kartun. Kalau usia remaja sampai dewasa kami tawarkan film sejarah kretek,” terangnya.
Sudarman melanjutkan, pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan pengunjung Museum Kretek. Salah satunya dengan mini bioskop tersebut.
”Di akhir bulan Oktober nanti kami rencanakan akan ada agenda belajar di museum dan museum keliling,” imbuhnya.
Editor: Budi Santoso



