Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pelaku usaha hijab di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Diah Novitasari mengaku terbantu dengan adanya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Bahkan transaksinya pernah sampai Rp10 juta dalam sehari.

Diah menjelaskan di tahun 2022 pernah mendapatkan berkah menggunakan QRIS. Sebab, transaksinya mencapai Rp10 juta dalam sehari.

”Transaksinya bisa sampai Rp10 juta itu transaksinya online dari pelanggan di Sulawesi Selatan, Kalimantan, dan Surabaya,” katanya, Rabu (22/11/2023).

Menurutnya, keberadaan QRIS begitu memudahkan. Termasuk bagi konsumen.

”Konsumen juga tidak perlu kebingungan kalau tidak membawa uang. Karena cukup scan barcode QRIS saja itu bisa langsung membayar produk yang dibeli,” imbuhnya.

Dina Amaliya yang juga pelaku usaha hijab menyampaikan keberadaan QRIS tergolong membantu pelaku usaha maupun konsumen. Keberadaan QRIS dirasa memudahkan kedua pihak tersebut.

”Lebih simpel, ketika orang tidak bawa uang tetap bisa membeli produk yang diinginkan,” katanya, Rabu (22/11/2023).

Dirinya hingga kini masih menggunakan QRIS. Termasuk saat mengikuti pameran.

”Saat ada acara pameran di Kudus maupun saat CFD juga saya bawa QRIS karena terkadang konsumen bertanya bisa menggunakan QRIS atau tidak. Mereka terkadang juga tidak bawa uang cash,” ujarnya.

Kepala BRI unit Kudus Kota, Wiwik Widayanto menyampaikan, pelaku usaha di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus yang menggunakan QRIS sepanjang tahun ini jumlahnya lumayan. Yakni mencapai 500 pengguna QRIS.

”Pengguna QRIS untuk pelaku UMKM di area Kecamatan Kota saja itu ada 500 pelaku usaha. Harapan kami semakin banyak pelaku usaha yang menggunakan QRIS apalagi ini era digitalisasi,” ungkapnya.

Editor: Budi Santoso*

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler