Desa Garung Kidul Kudus Mulai Dilanda Banjir, Satu Rumah Terendam
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 8 Februari 2024 15:12:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai dilanda banjir, Kamis (8/2/2024). Sementara, sudah ada satu rumah yang terendam.
Pengamatan di lapangan, banjir menggenangi area jalan di RT 09/RW 01, Desa Garung Kidul. Ketinggiannya air 20 sentimeter dengan panjang genangan sekitar satu kilometer. Banjir tersebut disebabkan limpasan air dari Sungai Wulan.
Bhabinkamtibmas Desa Garung Kidul Aipda Sukanto mengatakan, jalur di RT 09 itu sudah tidak dapat dilewati. Semakin ke tengah pemukiman warga airnya semakin tinggi hingga sepinggang orang dewasa.
”Jalurnya tidak bisa dilewati. Semakin ke area tengah sana airnya sepinggang. Satu rumah sudah ada yang terendam,” katanya, Kamis (8/2/2024).
Dia menjelaskan, salah satu ruas jalan Desa Garung Kidul itu terendam sejak Rabu (7/2/2024) sore. Dia menjelaskan, panjang air yang menggenang hingga satu kilometer.
”Terkait kebutuhan warga sini, kami koordinasi dulu dengan pihak desa,” imbuhnya.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus Ahmad Munaji mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Garung Kidul merupakan limpasan dari Sungai Wulan. Yakni limpasan dari Sungai Wulan ke SWD 1.
”Penyebabnya, ya adanya limpasan dari Sungai Wulan ke SWD 1,” ujarnya.
Salah seorang warga, Joko mengatakan banjir sudah terjadi sejak kemarin. Hingga hari ini airnya masih menggenangi rumah warga.
”Banjirnya sudah sejak kemarin sampai hari ini masih menggenang,” imbuhnya.
Editor: Dani Agus



