Kepala BNPB Suharyanto Cek Tanggul Jebol Penyebab Banjir Demak
Vega Ma'arijil Ula
Senin, 12 Februari 2024 22:20:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengecek tanggul yang jebol dan menjadi penyebab banjir di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah hari ini, Senin (12/2/2024).
Menurutnya, kondisi tanggul yang jebol cukup lebar. Dari data yang ada panjang tanggul yang jebol itu sekitar 30 meter. Dari total Panjang tersebut, perbaikan baru dilakukan sepanjang 5 meter.
”Memang dampak dari jebolnya tanggul ini cukup masif. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab terkait untuk menangani permasalahan tanggul,” katanya, Senin (12/2/2024).
Dirinya menjelaskan pihak BNPB sudah dua kali datang ke Kudus untuk meninjau dan memberikan bantuan kepada korban banjir Demak. Hingga saat ini, total korban banjir Demak mencapai 21 ribu jiwa
”Kami sudah ke sini (Kudus) dua kali. Memberikan bantuan beragam seperti makanan, genset, perahu, pompa, dan anggaran operasional,” sambungnya.
Suharyanto tidak menampik, genangan air bakal surut dalam waktu yang lama. Dirinya menilai banjir di tahun ini tergolong cukup besar.
”Bisa dibilang banjir di tahun ini merupakan yang cukup besar. Mudah-mudahan banjir ini segera surut,” terangnya.
Selain Suharyanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga meninjau tanggul jebol di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Senin (12/2/2024).
Basuki menjelaskan, progres penambalan tanggul baru berjalan lima meter. Dirinya menjelaskan, perbaikan bakal memakan waktu sekitar tiga hari ke depan.
”Progres perbaikan tanggul baru 20 persen karena baru lima meter yang diperbaiki,” katanya.
Basuki menyampaikan adanya kendala yang dialami saat melaksanakan perbaikan tanggul yang jebol itu, yakni di area aksesnya.
”Aksesnya untuk ke tanggul saat ini kan digunakan sebagai tempat mengungsi. Selain itu tanahnya gembur, jadi alat berat harus hati-hati,” sambungnya.
Editor: Supriyadi



