Cuaca Ekstrem di Kudus Diprediksi Terjadi sampai Pekan Depan
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 15 Maret 2024 15:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Cuaca ekstrem di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diprediksi masih akan berlangsung hingga pekan depan. Penyebabnya karena adanya gelombang atmosfer serta munculnya bibit siklon tropis.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sukasno mengatakan, cuaca ekstrem di Kabupaten Kudus diprediksi masih berlangsung hingga pekan depan. Dia menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.
”Penyebabnya karena aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator di sebagian besar wilayah Indonesia. Selain itu disebabkan karena adanya bibit siklon tropis 91S yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten bergerak ke arah tenggara atau sebelah selatan Pulau Jawa,” katanya, Jumat (15/3/2024).
Dia menambahkan, saat ini bibit siklon tropis 915 masih terpantau di Samudra Hindia bagian tenggara, barat daya Banten tepatnya di sekitar 13.3°15 105.6°BT.
Bibit siklon tropis itu bergerak ke tenggara menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan angin maksimum 25-35 knots dan tekanan udara minimum 996 hPa.
Dia menjelaskan, pengaruh yang ditimbulkan dari bibit siklon 91S ini memberikan dampak pada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.
Dampak yang dirasakan terjadi di pesisir selatan Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, dan Selat Ombai.
”Kondisi bibit siklon 91S ini menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bahkan disertai petir, kilat, dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah termasuk Kabupaten Kudus,” sambungnya.
Lebih lanjut, menurutnya masih ada potensi angin kencang dalam kurun waktu beberapa hari ke depan. Terutama di wilayah pesisir pantura maupun pesisir selatan Jawa Tengah.
Dia menjelaskan, cuaca ekstrem di Kabupaten Kudus masih akan disertai hujan dengan intensitas sangat lebat. Bahkan cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga 18 Maret 2024.
”Sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus masih akan terdampak hujan lebat,” sambungnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Terlebih cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.
”Cuaca ekstrem ini bisa mengakibatkan banjir, tanah longsor, angin kencang,” terangnya.
Hal senada diungkapkan Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji. Dirinya mengungkapkan cuaca ekstrem dengan curah hujan lebat masih akan berlangsung hingga pekan depan.
”Diprediksi pekan depan curah hujan masih tinggi. Cuaca ekstrem ini salah satu faktornya dipengaruhi suhu air laut,” imbuhnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



