Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusPemkab Kudus, Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait bencana bersama steakholder dan swasta, Sabtu (16/3/2024) di area Pendapa Kudus. Rakor tersebut membahas berbagai hal penanganan bencana yang sedang terjadi di Kota Kretek.

Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie mengatakan, pihaknya meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir di situ untuk mempersiapkan segala kebutuhan penanganan bencana sesuai tupoksinya masing-masing. Sehingga penanganan bencana dapat tertangani secepatnya.

”Operasional TNI, Polri, relawan dan lainnya silakan segera dihitung kebutuhannya,” katanya, Sabtu (16/3/2024).

Dia juga meminta Dinas PUPR Kudus untuk mengerahkan semua alat berat. Sehingga dapat membantu kinerja relawan di lapangan.

”Alat berat segera dikeluarkan semua untuk membantu teman-teman relawan mengatasi kebencanaan dan penanganan apabila ada tanggul yang bocor,” sambungnya.

Pihaknya juga meminta Baznas untuk ikut membantu. Yakni dengan memberikan bantuan perbaikan rumah bagi yang terdampak bencana.

”Kemudian untuk siswa sekolah belajar di rumah tidak apa-apa. Jangan dipaksakan untuk masuk dengan kondisi berisiko seperti saat ini,” terangnya.

Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia Deka Hendratmanto saat menyatakan kesiapan membantu Pemkab dalam menangani bencana di Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)

Dandim 0722 Kudus Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo mengaku siap untuk membantu operasional kegiatan kebencanaan. Sehingga dapat membantu relawan. 

”Kami siap membantu relawan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kudus, Eko Djumartono mengatakan, BPBD Kudus diperbolehkan menggunakan ana tanggap darurat untuk penanganan bencana.

”Khusus BPBD Kudus boleh menggunakan DTT untuk penanganan bencana,” terangnya.

Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia, Deka Hendratmanto mengaku siap membantu Pemkab menangani kebencanaan. Dalam hal ini membantu logistik makanan.

”Kami siap membantu semaksimal mungkin terkait sembako dan kebutuhan makan. Kami juga sudah pernah berkolaborasi dengan Kodim,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler