Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Hilal tak terlihat di titik pemantauan awal bulan di Kabupaten Kudus, yakni di Gedung Serbaguna TBS Lantai V, Selasa (9/4/2024). Hilal tak terlihat lantaran terhalang mendung.

Diketahui pemantauan hilal di Gedung Serbaguna TBS dilakukan Lembaga Kajian Ilmu Falak Ma’had Aly TBS Kudus. Pemantauan dilakukan sejak pukul 17.38 WIB sampai 18.04 WIB.

Ada dua teropong yang digunakan untuk membantu melihat posisi hilal atau bulan baru. Beberapa tim pemantau dan tamu undangan bergantian memantau hilal.

Ketua Lembaga Falakiah Nahdlatul Ulama Cabang Kudus, Azhar Latif Nasiran mengatakan, kondisi hilal tertutup mendung sehingga tidak terlihat.

Namun, berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal di beberapa daerah di Indonesia sudah berada di atas lima derajat dengan sudut elongasi 9.5 derajat. Menurutnya itu sudah memenuhi semua aspek menjadi bulan baru.

”Keduanya sudah terpenuhi semua aspeknya,” katanya, Selasa (9/4/2024).

Sebagai penjelasan, berdasarkan kriteria MABIMS, posisi hilal dimaksud telah memenuhi kriteria visibilitas hilal. Yakni ketika tinggi hilal berada di tiga derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

”Kalau mengikuti ketentuan MABIMS minimal tinggi hilal tiga derajat. Elongasinya 6,4 derajat. Dua aspek ini harus terpenuhi,” sambungnya.

Azhar Latif Nasiran menambahkan, selain itu beberapa daerah sudah melihat hilal. Yakni di Sidoarjo, Lamongan, dan Manado.

Meski demikian pihaknya juga masih menunggu Sidang Isbat dari pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Sebab penentuan penetapan Sidang Isbat dari pemerintah melalui Kemenag.

”Tetapi kami masih menunggu Sidang Isbat dari pemerintah juga terkait penentuan hari raya Idulfitri,” imbuhnya.

Sebagai penjelasan, pemerintah melalui Kemenag tetap akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa (9/4/2024). Yakni untuk menetapkan kapan 1 Syawal 1445 H atau Hari Raya Idulfitri 1445 H.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler