Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Jumlah Warga Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus yang menjadi korban keracunan massal mencapai 99 orang.

Dari jumlah tersebut, 70 orang di antaranya masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit. Sementara, 29 lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Para korban tersebut tersebar di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus. Update data itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr Andini Aridewi.

”Saat ini jumlah pasien yang dirawat inap ada 70 orang. Sedangkan 29 lainnya menjalani rawat jalan. Pasien tersebut tersebar di RSUD, RS Mardirahayu, RS Aisyiyah, RSU Nurussyifa, dan Puskesmas Jekulo,” ujarnya.

Sementara itu, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sempat ketambahan empat pasien yang juga korban keracunan massal di Desa Bulungkulon. Mereka memiliki keluhan yang sama dengan korban lainnya, yakni muntah dan diare.

Dokter Umum RSUD Loekmono Hadi, dr Erlynita mengatakan, Selasa (14/5/2024) kemarin ada 20 pasien yang dirawat. Pada siang tadi, Rabu (15/5/2024) jumlah korban bertambah empat orang yang dirawat di RSUD Kudus.

”Per hari ini ada 24 pasien yang keracunan. Kondisinya datang dengan keluhan muntah dan diare,” katanya, Rabu (15/5/2024).

Dari jumlah tersebut, ada korban yang berusia 14 tahun. Ia mengatakan, korban mengeluhkan demam dengan suhu tubuh mencapai 37,9 derajat celcius, sehingga perlu dilakukan perawatan intensif.

Erlynita menyampaikan, dilihat dari gejala pasien tersebut diperkirakan adanya gangguan di saluran pencernaan. Namun, untuk memastikan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

”Untuk secara pastinya harus ada pemeriksaan lebih lanjut. Karena harus dilihat penyebabnya, karena apa, apakah itu terkontaminasi atau penyajiannya kurang baik harus diperiksa dulu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus keracunan massal. Mereka mengeluhkan mual, muntah, dan diare usai makan nasi berkat dari hajatan 7 hari orang meninggal.

Berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa (14/5/2024) pukul 20.52 WIB, korban keracunan massal di Kabupaten Kudus berjumlah 77 orang.

Rinciannya, sebanyak 16 orang dirawat di Puskesmas Jekulo, 38 orang di RSU Nurussyifa Kudus, 1 orang di Puskesmas Tanjungrejo, 2 orang di RS Mardirahayu Kudus, dan 20 orang di RSUD Loekmono hadi.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler