Kudus Fashion Week 2024 Digelar September, Angkat Tema Kearifan Lokal
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 29 Agustus 2024 15:28:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kudus Fashion Week 2024 akan kembali digelar pada 19-21 September 2024 di Alun-Alun Simpang Tujuh, Kudus. Gelaran tahun ini akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari dua edisi sebelumnya, dengan menonjolkan tema kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kota Kretek.
Aris Magenta, pegiat fesyen sekaligus Founder Kudus Fashion Week 2024 mengatakan, acara ini akan menampilkan 14 brand dengan partisipasi 30 model yang berasal dari Kudus, Semarang, dan Yogyakarta. Fashion show utama dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2024.
”Edisi tahun ini lebih spesial karena tema yang diangkat adalah ’Kudus Icon of Caping Kalo’, yang merupakan ikon dari Kabupaten Kudus,” ujar Aris pada Rabu (28/8/2024).
Caping kalo, yang hanya dimiliki oleh Kabupaten Kudus dan tidak ditemukan di daerah lain, akan menjadi fokus utama dalam acara ini. Setiap brand yang berpartisipasi akan menampilkan satu model yang mengenakan caping kalo, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam dua edisi Kudus Fashion Week sebelumnya.
”Pada tanggal 20 September nanti, brand fesyen yang berpartisipasi akan menampilkan karya mereka di atas panggung, sekaligus memperkenalkan produk busana mereka kepada masyarakat,” tambah Aris.
Setiap brand akan menampilkan enam model, yang diharapkan dapat mendongkrak industri fesyen di Kota Kretek agar lebih dikenal di kalangan masyarakat luas. Aris menilai, brand fesyen asal Kabupaten Kudus memiliki potensi besar untuk berkembang, mengingat saat ini terdapat sekitar 200 brand fesyen yang tumbuh di daerah tersebut.
”Kami berharap brand fesyen dari Kabupaten Kudus bisa menguasai pasar nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Editor: Cholis Anwar



