Festival Muria Jazz 2024 Dorong Pertumbuhan UMKM Khas Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Minggu, 29 September 2024 17:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Festival Muria Jazz 2024 yang digelar pada Sabtu hingga Minggu (28-29/9/2024) di Puncak Bukit Kakas, Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khas daerah tersebut.
Produk-produk lokal seperti Kopi Muria, Getuk Ternadi, dan Nasi Jagung semakin dikenal oleh wisatawan yang hadir dalam acara tersebut.
Camat Dawe, Famny Dwi Arfana mengungkapkan, Festival Muria Jazz 2024 berhasil meningkatkan ekonomi kreatif di kawasan Muria, khususnya di sektor kuliner khas Kudus.
”Kami berharap Kopi Muria semakin dikenal luas, dan bahkan bisa menjadi trade mark tersendiri seperti Kopi Gayo,” ungkapnya kepada Murianews.com, Minggu (29/9/2024).
Selain itu, banyak wisatawan dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta, yang memberikan apresiasi terhadap Getuk Ternadi, salah satu kudapan khas Kudus.
”Kami juga memperkenalkan nasi jagung khas Desa Ternadi agar lebih dikenal oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Menurut Famny, keunikan kuliner Kudus dipadukan dengan pemandangan indah Desa Ternadi membuat wisatawan betah menikmati suasana festival.
”Wisatawan merasa nyaman dengan view yang bagus, ditambah alunan musik jazz yang menghadirkan suasana berbeda,” jelasnya.
Untuk ke depannya, pihaknya berencana melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas, termasuk memperluas area camping bagi wisatawan dan menambah diskusi budaya yang mengangkat topik-topik seperti literasi tentang kopi, nasi jagung, dan Getuk Ternadi.
”Kami ingin ke depannya ada diskusi budaya, agar tidak hanya musik, tetapi juga edukasi tentang produk lokal,” ujarnya.
Famny juga menuturkan, pihaknya masih mempertimbangkan konsep untuk acara tahun depan, baik itu tetap menggunakan genre jazz atau mencoba genre musik lain.
”Kami juga akan memperbaiki sarana dan prasarana untuk mendukung acara semacam ini, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik dari Kudus maupun luar daerah,” imbuhnya.
Festival Muria Jazz 2024 ini dimeriahkan oleh berbagai band, di antaranya Short Time Motels dari Kudus, John Putra and Friend dari Pekalongan, Ruzan Fikra dari Yogyakarta, serta RSP Band dari Jepara.
Editor: Cholis Anwar



