Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusPagar Nusa Kudus, Jawa Tengah menyayangkan pernyataan Wakapolda Jateng Brigjen Latif Usman yang mengkaitkan Pagar Nusa sebagai organisasi yang terafiliasi premanisme.

Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers hasil Operasi Aman Candi 2025, Selasa (3/6/2025) lalu.

Saat itu Brigjen Latif Usman mengatakan terdapat 11 organisasi kemasyarakatan di Jawa Tengah yang diduga terafiliasi dengan premanisme. Salah satu yang disebut secara eksplisit adalah Pagar Nusa.

Pembina Pagar Nusa Kudus, Didik HS membantah pernyataan Wakapolda yang menyebut Pagar Nusa diduga terafiliasi dengan premanisme. Ia pun menyebut pernyataan itu tidak benar.

Ia juga menegaskan, Pagar Nusa, terutama di Kudus tidak pernah melakukan tindak kejahatan, premanisme, pemalakan, ada aktivitas yang melanggar hukum lainnya.

”Kami tidak pernah berkaitan dengan tindakan premanisme. Pemalakan juga tidak pernah. Makanya kami tidak sepakat dengan apa yang disampaikan Wakapolda Jateng,” sambungnya.

Didik pun meminta semua pihak berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Sebab Pagar Nusa merupakan Badan Otonom resmi milik Nahdlatul Ulama (NU). Ia berharap pernyataan serupa tak lagi muncul.

”Kami apresiasi kepolisian yang telah memberantas aksi premanisme. Namun, ucapan yang ditujukan ke Pagar Nusa sangat disayangkan,” terangnya.

Contoh Positif...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler