Psikotes Aryani Siswa Down Syndrome di Kudus Keluar, Begini Hasilnya
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 25 Juli 2025 12:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Aryani juga diajari untuk memahami kalimat sederhana. Dimulai dari meminta tolong dan berterima kasih. Menurutnya prosesnya akan berjalan lama sekitar enam bulan hingga satu tahun.
”Prosesnya sampai Aryani bisa berkurang down syndrome-nya mungkin akan berjalan lama. Tetapi kalau didampingi dengan terapi akan membaik. Biasanya ada yang awalnya lari-lari, seiring berjalannya waktu bisa berjalan. Memang harus dibiasakan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Aryani sudah masuk sekolah pada Selasa (22/7/2025) silam. Ia masuk hingga Kamis (24/7/2025) kemarin. Pada hari ini Aryani tidak masuk sekolah.
Ayah Aryani, Ari Chumaedi sebelumnya meminta tolong Bupati Kudus, Samani Intakoris agar dapat menyekolahkan putrinya di Sekolah Luar Biasa (SLB) secara gratis.
Editor: Supriyadi



