Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kondisi ini berbeda dengan dombos yang keseluruhan warna tubuhnya bewarna putih. 

Saat ini, pihaknya masih mengembangkan persilangan domba dorper dengan dombos atau domba Wonosobo yang kebanyakan dimiliki peternak di Desa Peganjaran. 

Dombos yang ada kemudian disilangkan dengan domba dorper agar anakannya bisa lebih bagus. Namun, perlu diketahui, dombos betina yang hendak disilangkan dengan domba dorper harus memiliki bobot 30 kilogram. 

”Karena ketika kawin, kalau ukuran dombos betinanya kurang dari 30 kilogram, tidak kuat menahan beban domba dorper saat sedang berkawin,” terangnya. 

Awal berdiri pada Desember 2024 silam, Randu Gandeng Farm telah memiliki 27 ekor dombos betina. Kini, jumlah domba di Randu Gandeng Farm terus bertambah. Secara keseluruhan ada 53 ekor domba. Jumlah 53 ekor domba itu terdiri dari berbagai domba hasil persilangan. 

Dombos yang ada di kandang saat ini berjumlah 27 ekor. Kemudian ada domba dorper jantan satu ekor. Lalu ada domba F1 sebanyak 12 ekor dan domba F2 satu ekor. Selain itu ada domba anakan dombos sebanyak sembilan ekor. 

”Sisanya ada domba crossing hasil persilangan domba F1 dengan domba lokal. Jumlahnya ada tiga ekor. Secara keseluruhan di kandang ada 53 ekor,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler