Kisah Umrah Backpacker asal Kudus, Lewat Jalur Non Muslim ke Makkah
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 28 Oktober 2025 10:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia menjelaskan, perjalanan melewati jalur alternatif yang disebut jalur non muslim itu cukup singkat. Kendaraan yang dinaiki keenammya melintasi gurun.
Pilihan jalur alternatif itu agar menghindari petugas di gate pemeriksaan masuk ke area Makkah.
”Bukan kanan dan kiri saja yang berupa gurun. Tetapi mobil yang kami kendarai memang berjalan di atas gurun,” terangnya.
Ulil menambahkan, apabila tidak ada driver yang mengantarnya masuk ke Makkah, tentu keenamnya tidak dapat masuk ke Makkah. Artinya keenamnya tidak dapat menjalankan umrah.
”Kalau tidak ada driver tersebut ya kami tidak jadi umrah karena tidak bisa masuk ke Makkah tarifnya juga lebih murah dari tarif resmi,” imbuhnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



