Cegah Kekerasan di Lingkungan Pesantren, Bupati Kudus Ingatkan Ini
Wiwid Widia Yulhendrik
Rabu, 3 Juni 2026 13:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Upaya mencegah kekerasan di lingkungan Pesantren, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus dilakukan. Itu dilakukan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apapun, termasuk perundungan.
Dalam upaya itu, Bupati Kudus Samani Intakoris mengingatkan dan mengajak seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kudus untuk memperkuat pola pengasuhan santri.
Itu disampaikan dalam kegiatan Silaturrahmi Pondok Pesantren bersama Himpunan Pesantren dan Madrasah Diniyyah (HIPMA) Kudus dengan tema Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual & Bullying di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (3/6/2026).
”Pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, seluruh elemen harus bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan seksual, bullying, maupun bentuk kekerasan lainnya,” katanya.
Pemkab Kudus sendiri telah memiliki payung hukum dalam pengembangan pesantren, termasuk melindungi para santri di dalamnya. Itu termaktub dalam Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren.
Menurut Samani, keberadaan pesantren bukan sekadar tempat belajar ilmu agama, melainkan juga ruang pembentukan karakter dan moral generasi muda. Karena itu, pola pengawasan dan pendampingan terhadap santri harus terus diperkuat.
”Kami ingin memastikan pondok pesantren di Kabupaten Kudus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri. Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama akan terus melakukan pendampingan agar iklim pengasuhan di pesantren tetap kondusif,” ujarnya.
Ia juga meminta para pengasuh pondok pesantren membangun komunikasi yang baik dengan santri maupun wali santri agar persoalan yang muncul dapat segera ditangani.
Tanggung Jawab Besar Pesantren...
- 1
- 2



