Dinsos Kudus Dampingi Siswa SD 5 Hadipolo Agar Tak Putus Sekolah
Wiwid Widia Yulhendrik
Rabu, 22 Juli 2026 15:26:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus menemukan mayoritas keluarga siswa SD 5 Hadipolo berasal dari kelompok ekonomi bawah.
Hasil itu diperoleh dari verifikasi lapangan kondisi sosial ekonomi 29 siswa di sekolah tersebut.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus Putut Winarno mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar siswa berada pada desil satu hingga empat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara enam siswa lainnya masuk kategori di atas desil empat.
”Dari hasil pengecekan, mayoritas masih berada di desil satu sampai empat,” ujarnya, baru-baru ini.
Verifikasi dilakukan sebab belakangan ini sempat menjadi perhatian publik karena kawasan tersebut kerap dikaitkan dengan stigma Kampung Sosial. Pendataan itu memastikan kondisi sosial ekonomi setiap keluarga sebagai dasar penyusunan pendampingan.
Selain itu, pihaknya masih menemukan dua siswa yang belum berhasil diverifikasi karena keberadaan domisilinya berpindah-pindah. Meski demikian, identitas kependudukan keduanya masih tercatat.
Hasil pendataan...
Baca Juga



