Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Bupati Kudus Samani Intakoris mengajak Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kudus melanjutkan kolaborasi melalui Festival APBD dan Bedah APBD Kudus.

Gagasan tersebut disampaikan usai menerima hasil riset mahasiswa terkait efektivitas Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (22/7/2026).

Samani mengapresiasi kajian DEMA UIN Sunan Kudus terhadap pelaksanaan GPM. Menurutnya, hasil penelitian tersebut menunjukkan mahasiswa mampu memberikan masukan berbasis data yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

”Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus kami mengucapkan terima kasih kepada DEMA UIN Sunan Kudus yang telah meneliti, mengamati, dan membuat laporan secara baik kepada kami. Semoga ke depan kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kajian Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, DEMA UIN Sunan Kudus dapat melanjutkan kajian melalui Bedah APBD Kabupaten Kudus sebagai bentuk partisipasi akademisi dalam mengawal kebijakan publik.

Next kajian Bedah APBD Kudus,” katanya.

Ruang Edukasi 

Selain itu, ia juga mengusulkan agar DEMA UIN Sunan Kudus menginisiasi Festival APBD Kabupaten Kudus. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang edukasi agar masyarakat lebih memahami pengelolaan anggaran daerah.

”Kalau bisa nanti membuat Festival APBD Kabupaten Kudus di Pendapa dengan DEMA UIN. Masyarakat boleh melihat, boleh mengikuti,” ucapnya.

Meski belum memastikan waktu pelaksanaannya, Samani mengatakan gagasan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan DEMA UIN Sunan Kudus agar dapat direalisasikan.

Sementara itu, Presma DEMA UIN Sunan Kudus Ahmad Thoyyib Sertiyansyah menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, mahasiswa siap berkontribusi melalui berbagai kajian kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kontrol Kebijakan Pemerintah NEW_PAGE%

Meski demikian, ia menegaskan DEMA tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

”Kita bisa menolak pemerintah, kita bisa mengkritisi pemerintah. Tapi kita juga bisa bersama pemerintah apabila pemerintah bersama masyarakat,” tegasnya.

Thoyyib berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi terus terjalin melalui berbagai kajian kebijakan publik.

Dengan begitu, hasil penelitian mahasiswa tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Kudus.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News