Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dua kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kudus dalam kurun waktu kurang dari tiga jam pada Sabtu (25/7/2026). Peristiwa tersebut terjadi di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, dan Desa Singocandi, Kecamatan Kota.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kudus, Any Wilianti mengatakan, kebakaran pertama terjadi di lahan milik Anggit Putra Dewandaru di Dukuh Kadilangon, Desa Gondangmanis.

”Laporan kami terima pukul 10.41 WIB. Objek yang terbakar berupa semak belukar dan tumpukan ban bekas seluas kurang lebih 12 meter x 8 meter,” ujarnya, saat dikonfirmasi Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember dan selang air.

Namun, kobaran api membesar setelah menyambar tumpukan ban bekas sehingga sulit dikendalikan.

Satu unit armada Damkar BPBD Kudus tiba di lokasi pukul 10.55 WIB dan disusul dua unit armada Damkar Satpol PP Kudus. Api berhasil dipadamkan pada pukul 11.20 WIB dan padam total satu menit kemudian.

Akibat kejadian tersebut, enam ban bekas truk terbakar dengan kerugian ditaksir sekitar Rp3 juta. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang masih menyala dan dibuang oleh orang tidak dikenal hingga menyulut semak kering.

Selang beberapa saat, kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Singocandi, Kecamatan Kota. Laporan diterima petugas pada pukul 11.20 WIB.

Lahan kosong...

Any menjelaskan, lahan kosong milik Bambang Sugeng yang dipenuhi semak belukar terbakar dan api merambat ke kebun pisang serta rumpun bambu dengan luas area terdampak sekitar 50 meter x 70 meter.

”Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, tetapi kondisi lahan yang kering disertai angin kencang membuat api cepat membesar,” katanya.

Satu unit Damkar Satpol PP Kudus bersama satu unit Damkar BPBD Kudus kemudian diterjunkan ke lokasi. Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 12.30 WIB dan padam total sekitar pukul 12.40 WIB.

Dalam kejadian tersebut, kebun pisang produktif milik warga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian diperkirakan sekitar Rp 1 juta. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh orang tidak dikenal hingga merambat ke lahan kering.

Any mengungkapkan, kondisi lahan yang mengering saat musim kemarau membuat api mudah menyebar, terlebih saat disertai embusan angin kencang. Kedekatan lokasi kebakaran dengan permukiman warga juga meningkatkan risiko apabila penanganan terlambat dilakukan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut.

”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area lahan kering. Hal-hal kecil seperti itu bisa memicu kebakaran yang lebih besar, apalagi saat musim kemarau,” imbuhnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler