Normalisasi Sungai Kauman Rampung, Disambut Baik Petani Payaman
Wiwid Widia Yulhendrik
Sabtu, 25 Juli 2026 17:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Normalisasi Sungai Kauman di Dukuh Bancak, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus rampung, pada Sabtu (25/7/2026).
Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sidomulyo menyambut baik selesainya pekerjaan normalisasi Sungai Kauman itu. Selanjutnya mereka berharap aliran air menuju lahan pertanian menjadi lebih lancar.
Ketua Poktan Sidomulyo Sugeng mengatakan, normalisasi sungai Kauman menjadi kebutuhan petani untuk memperbaiki pengairan di persawahan mereka. Menurutnya, selama ini petani sangat bergantung pada kelancaran aliran air untuk menunjang aktivitas bercocok tanam.
”Kalau sungainya lancar, petani tentu lebih mudah mengatur air untuk sawah. Harapan kami setelah dinormalisasi, kondisi pengairan bisa semakin baik,” ujarnya saat ditemui Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, wilayah pertanian di Dukuh Bancak memiliki lahan yang subur dan mampu menghasilkan produksi padi yang baik apabila didukung sistem irigasi yang optimal. Karena itu, normalisasi sungai Kauman dinilai menjadi langkah positif dalam mendukung produktivitas pertanian.
Sugeng berharap hasil normalisasi sungai Kauman tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi petani, terutama dalam menjaga kelancaran aliran air menuju area persawahan saat musim tanam maupun ketika memasuki musim kemarau.
”Karena sungai disini sudah dangkal, saat hujan kebanjiran saat kemarau kekeringan. Kami hanya bisa satu kali masa tanam saja, ke depan harapannya bisa dua kali tanam,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus Syarif Hidayah mengatakan, normalisasi Sungai Kauman merupakan salah satu penanganan sungai yang diprioritaskan karena berdampak langsung terhadap lahan pertanian masyarakat.
Kolaborasi...
- 1
- 2



