Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menegaskan komitmennya untuk melindungi dan memenuhi hak-hak anak, mulai dari rasa aman hingga mewujudkan kabupaten yang ramah anak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, dunia pendidikan, hingga Forum Anak Kabupaten Kudus.

Penyataan tersebut diungkapkan Sekda Kudus Eko Djumartono dalam peringatan Hari Anak Nasional di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (26/7/2026) yang diikuti 200 siswa sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 3.

Eko mengatakan, anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa maupun daerah. Karena itu, Pemkab Kudus berkomitmen menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

”Anak-anak adalah generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kudus siap terus memberikan perlindungan dan memastikan hak-hak anak terpenuhi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peringatan HAN tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian bersama terhadap perlindungan anak. Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

”Kami berharap semangat Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan meraih cita-citanya,” katanya.

Kabupaten Layak Anak...

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus Putut Winarno menjelaskan, HAN 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pemenuhan hak anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA).

Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan Dinsos P3AP2P2KB, RELIMA, Forum Anak Kabupaten Kudus, Forum GenRe Kudus, SMK Raden Umar Said (RUS), Komunitas Read Aloud Kudus, Komunitas Kresek Kudus hingga Kampung Budaya Piji Wetan.

”Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan ruang yang aman, kreatif, dan edukatif bagi anak-anak. Tidak hanya menumbuhkan budaya literasi, tetapi juga mengenalkan kreativitas digital dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” jelasnya.

Berbagai kegiatan diselenggarakan, mulai dari read aloud atau membaca nyaring, berdiskusi bersama orang tua, menulis harapan yang dirangkai dalam Pohon Literasi, hingga pemutaran film animasi WakaKibo karya SMK RUS.

Selain itu, anak-anak juga mendapatkan edukasi lingkungan bersama Komunitas Kresek Kudus melalui kegiatan kreatif berbahan barang bekas sebagai upaya menanamkan karakter cinta lingkungan sejak usia dini.

Putut menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi mampu memperkuat budaya literasi, mengembangkan kreativitas anak, serta membangun sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan Kudus sebagai Kabupaten Layak Anak.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News