Santri MA Qudsiyyah Kudus Wakili Indonesia di Arabic Reading Challenge
Wiwid Widia Yulhendrik
Selasa, 28 Juli 2026 13:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Santri MA Qudsiyyah Kudus, Muhammad Luqmanul Hakim, akan mewakili Indonesia pada ajang internasional Arabic Reading Challenge 2026 di Dubai, Uni Emirat Arab, Oktober mendatang.
Kepastian itu diraih setelah siswa kelas XI-C tersebut meraih Juara 2 pada seleksi tingkat nasional.
Kepala MA Qudsiyyah Kudus Muh Ali Yahya mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan madrasah dalam mengembangkan potensi siswa, khususnya di bidang bahasa.
”Pada prinsipnya dari kami memang sangat responsif. Yang kami harapkan santri bisa berkembang sesuai bakat, potensi, minat, dan kodratnya. Semua itu tidak bisa hanya mengandalkan kemauan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari keluarga, madrasah, maupun semua pihak,” ujarnya saat ditemui, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, pembinaan kemampuan bahasa telah menjadi bagian dari program madrasah.
Selain melalui pembelajaran di kelas, siswa juga mendapatkan pendampingan melalui kegiatan ekstrakurikuler bahasa Arab maupun bahasa Inggris.
Ia menambahkan, keberhasilan Luqman menembus kompetisi internasional bukan diraih secara instan.
Capaian sebelumnya...
Prestasi tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai capaian yang sebelumnya telah diraih pada kompetisi berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Sementara itu, Guru Bahasa Arab MA Qudsiyyah Muhammad Ali Mustaan menjelaskan Arabic Reading Challenge merupakan kompetisi literasi bahasa Arab yang diselenggarakan Unit Emirat Arab. Seleksi tingkat nasional di Indonesia berlangsung secara daring sejak Mei hingga Juli 2026.
Pada tahap awal, peserta diwajibkan membaca dan merangkum 25 buku berbahasa Arab. Ringkasan tersebut kemudian dinilai berdasarkan kualitas bahasa, amanat, dan ibrah sebelum peserta mengikuti tahapan wawancara bersama tim penyelenggara dari Dubai.
”Perlombaannya lebih spesifik pada merangkum dan menyusun ringkasan dari buku-buku berbahasa Arab kemudian dibacakan. Sekolah hanya mengarahkan referensi, sedangkan peserta memilih sendiri buku yang akan dirangkum,” jelasnya.
Luqman mengaku telah menyukai bahasa Arab sejak mondok di Kudus. Dalam kompetisi tersebut ia memilih merangkum 25 buku bertema sirah atau sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW, para sahabat, hingga tokoh-tokoh besar Islam.
”Yang pertama membuat ringkasan dari 25 buku. Setelah itu dikirim dan dinilai. Yang dinilai bahasanya mengalir atau tidak, ada amanatnya atau tidak, serta ada ibrahnya atau tidak,” ungkapnya.
Penilaian...
Setelah melalui penilaian ringkasan dan wawancara bersama tim dari Dubai, Luqman berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional sekaligus menjadi salah satu wakil Indonesia dari MA Qudsiyyah yang akan berlaga pada babak internasional di Dubai, Oktober mendatang.
”Insyaallah saya akan memberikan yang terbaik karena membawa nama Indonesia dan almamater,” imbuhnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



