Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Audiensi tertutup yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini digelar di Pringgitan Pendapa Kabupaten setempat. Pihak Yayasan Pembina UMK, perwakilan mahasiswa, dosen PGSD hingga Ikatan Alumni UMK.

Annisya’ Qona’ah juga turut hadir dalam audiensi tersebut. Hanya saja, tidak ada WR 1 Dr Sulistyowati yang terlihat dalam audiensi kali ini.

Baca juga: Buntut Kasus Intimidasi pada Wisudawan Terbaik, IKA FH UMK Desak Yayasan Pecat Wakil Rektor Satu

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, ruang audiensi memang sengaja dibuka agar mahasiswa tidak ada yang turun ke jalan. Dalam audiensi ini, Annisya sudah bercerita tentang persoalan yang terjadi dan disaksikan oleh yayasan.

”Tadi klarifikasi-klarifikasi dari beberapa pihak sudah dilakukan,” katanya,

Dalam kesempatan ini, beberapa pihak menganggap banyaknya permasalahan dalam kepengurusan rektorat saat ini, terutama WR 1. Bupati Kudus HM Hartopo pun menyampaikan hal serupa kepada YP UMK. Sehingga, perlunya untuk segera dilakukan evaluasi.
”Yayasan tadi akan segera follow up, informasinya harus melalui berbagai mekanisme. Tapi ada dari lembaga hukum tadi yang menyatakan jika itu sudab masuk pelanggaran berat, jadi tidak perlu di SP, langsung dieksekusi, diberhentikan saja,” jelasnya.Diberitakan sebelumnya, WR 1 UMK Sulistyowati diduga melakukan intimitasi tehadap Annisya’ Qona’ah salah satu wisudawati terbaik di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).Bahkan, ironisnya WR 1 diduga menyinggung kedua orang tua Annisya yang sudah meninggal. Dugaan intimidasi ini dilakukan saat gladi bersih bersama wisudawan terbaik lain beberapa waktu lalu.Murianews, beberapa kali mencoba menghubungi Wakil Rektor I Dr Sulistyowati, baik melalui pesan ataupun melalui sambungan telepon. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respon apapun. Editor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler