Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Santri Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an 2 Muria (PTPYQ 2M) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, unjuk kemampuan dalam penguasaan bahasa arab dan bahasa Inggris. Kemampuan ini, mereka tunjukkan dalam festival pekan bahasa yang digelar Sabtu - Minggu (8-9/7/2023).

Ada ratusan santriwati setingkat MTs hingga MA yang ikut dalam berbagai macam kategori perlombaan dalam festival pekan bahasa itu. Diantaranya, khitobah, speech, munadharah, debat, story telling, taqhdim al qhisah, ghina' al arabiy, hingga menyanyi.

Ustadz Ahmad Zainuri, Kepala MTS Tahfidh Putri Yanbu'ul Qur'an 2 Muria (TPYQ 2M) mengatakan, bahasa Bahasa merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari dan dikuasai. Di PTPYQ 2 Muria santri dituntut untuk belajar dua bahasa yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Menurutnya, bahasa arab menjadi salah satu bahasa yang harus dipelajari karena nabi Muhammad yang dilahirkan di Arab memakai bahasa arab.

”Seperti bahasa arab itu karena di alquran menggunakan bahasa arab, dan santri pondok itu harus menguasainya untuk menghafal alquran. Di alquran juga ada terjemahnya maka sesekali terjemahan itu dibaca agar mengetahui terjemahan dari ayat alquran,” katanya.

Ia menyebut, festival pekan bahasa ini bisa menjadi pemantik kebiasaan para santri dalam berbahasa. Sebagaimana visi di PTPYQ 2 Muria yakni penguasaan al Qur’an, penguasaan akademik, dan penguasaan bahasa.

Sementara, KH Nur Khamim, pengasuh PTPYQ 2M menuturkan, bahasa arab merupakan bahasa orang islam hingga bahasa para nabi utusan allah. Begitu juga dalam alquran juga menggunakan bahasa arab.

”Selain bahasa arab adalah bahasa alquran, bahasa arab juga bahasa yang digunakan dalam keilmuwan islam, seperti tafsir, hadits, ushul fiqh, tasawuf dan lain sebagainya,” ucap pria yang juga Kepala MA TPYQ 2M itu.

Lebih lanjut, sambung dia, bahasa arab merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran di pondok dan wajib dipelajari oleh santri. Terlebih, dalam pelaksanaan pembelajaran juga bisa dilakukan dengan bahasa arab.

“Kegiatan pekan bahasa kali ini merupakan bagian dari kegiatan utama dan rutinan di pondok dan masuk dalam kegiatan prioritas di bawah ketahfidhan, kemadrasahan dan kdbahasaan. Semoga kegiatan ini juga bisa menjadi bekal bagi santri untuk masa depan,” imbuhnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler