Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus - Petugas pertashop di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diduga menjadi korban praktik kejahatan gendam atau hipnotis, Minggu (9/7/2023). Korban yang saat itu menjaga pertashop diketahui bernama Abdul Hamid (18). Akibatnya, uang setoran senilai jutaan rupiah raib dibawa pelaku yang tak dikenal tersebut.

Abdul Hamid menceritakan, awalnya pelaku datang ke pertashop dengan mengendari Nmax hitam. Saat itu, pelaku berdalih akan membeli bahan bakar minyak (BBM) pertamax dalam jumlah banyak.

”Jadi tiba-tiba waktu itu pelaku datang, bilangnya mau beli pertamax sekitar 100- 200 liter. Saat itu ngobrol dia sambil nepuk-nepuk bahu juga, itu dia negosiasi,” katanya, Rabu (12/7/2023).

Namun saat itu ditinya tidak berani mengambil keputusan dan mencoba menghubungi pemilik. Namun, saat itu pelaku ternyata mengambil kesempatan dengan menuju ke loker, yang digunakan untuk menyimpan uang.

”Yang diambil itu Rp 4.412.000 uang setoran hari itu. Kejadiannya, sekitar jam 12.30 WIB. Baru sadar kalau hilang itu saat ada pengisian BBM, orangnya sudah pergi,” ungkapnya.

Ia pun mengaku tak pernah mengetahui pelaku yang datang tersebut. Saat ini kejadian ini telah dilaporkan ke Polsek Mejobo.

”Orangnya itu pakai Nmax, pakai helm dan jaket. Dia juga pakai masker,” ujarnya.


Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler