Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Fragmen fosil kepala gajah purbakala dari Stegodon Sp (jenis gajah purba) menjadi salah satu koleksi Museum Situs Purbakala Patiayam yang didisplay atau dipajang di ruang pamer gedung kembar.

Fosil ini merupakan fragmen bagian kepala atas yang saat ini disimpan di dalam etalase kaca. Fragmen cranium stegodon sp ini memiliki panjang 64 cm, lebar 53 cm dan diameter 144 cm.

Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam Jamin mengatakan, kepala bagian atas gajah purba yang didisplay tersebut merupakan temuan beberapa tahun silam. Fragmen fosil itu ditemukan di ladang umbi-umbian di Dukuh Kedung Cino, Desa Terban, Jekulo Kudus.

”Penemuannya oleh warga 29 Oktober 2014 di bawah lapisan tanah yang termasuk di formasi slumprit,” katanya Senin (28/8/2023).

Ia menjelaskan, dulu proses evakuasi kepala bagian atas gajah purba itu berlangsung hingga tiga hari. Pasalnya, lokasi penemuan dengan kondisi kedalaman tanah yang cukup dalam membuat harus hati-hati dalam proses evakuasi agar tak rusak. Selain itu, medan penemuannya juga cukup ekstrim.

”Proses evakuasinya panjang, sekitar tiga hari. Disamping lokasinya di tanah yang cukup dalam, juga rawan rusak kalau sembaragan. Pada waktu itu kami juga belum punya bahan pholioretan untuk mempermudah pengangkatan, jadi harus hati-hati sekali,” jelasnya.

Meski demikian, setelah berhasil terangkat, Jamin menyebut jika fragmen fosil kepala gajah bagian atas ini merupakan temuan yang masih dalam kondisi bagus.

”Rata-rata itu kondisinya rapuh. Kalau yang ini 80 persen kepala bagian atas dalam kondisi yang hampir utuh. Tapi tetap perlu konservasi dan rekontruksi,” ujarnya.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler