Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus sudah mendapatkan aba-aba terkait jumlah kuota calon jemaah haji yang direncanakan berangkat pada tahun 2024 mendatang. Rencananya, di tahun 2024 Kudus mendapatkan sekitar 1300an calon jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Asrul Fatkhi mengatakan, angka kuota yang didapatkan Kudus ke Tanah Suci tahun depan sekitar 1300an jemaah. Calon jemaah haji yang masuk didaftar keberangkatan ini mayoritas mereka yang mendaftar di tahun 2012 silam.
”Untuk tahun depan sudah mulai muncul angka kuotanya, 1300an jemaah,” katanya, Senin (20/11/2023).
Hanya saja, sambung dia, data para jemaah haji berdasarkan nama saat ini masih bersifat rahasia. Kantor Kementerian Agama Kudus setelah mendapatkan angka tersebut diminta untuk melakukan verifikasi tentang data para jemaah.
”Jemaah belum diberi tahu, datanya masih secret. Kami ditugasi untuk memverifikasi data itu, apakah didaftar ada yang sudah wafat atau yang lain. Agar bisa terdeteksi di awal, sudah kami laporkan, ini tinggal menunggu nama fiks jemaahnya,” ungkapnya.
Dengan sudah munculnya kuota dan data jemaah haji awal ini, membuat persiapan keberangkatan haji tahun 2024 semakin panjang. Lebih lanjut, Ia menyebut kuota haji tahun 2024 untuk jemaah lanjut usia (lansia) sebanyak 20 persen.
”Beda dengan periode lalu, tahun depan 20 persen lansianya,” ujarnya.
Editor: Supriyadi



