Siap-Siap! Perkembangan Desa Wisata di Kudus Dievaluasi di 2024
Yuda Auliya Rahman
Senin, 11 Desember 2023 19:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Desa wisata di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tahun depan akan dievaluasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan mencabut SK desa wisata jika hasil evaluasi pada tahun 2024 nanti masih ada desa wisata yang tidak berkembang.
Diketahui, ada 30 desa wisata di Kudus yang saat ini sudah mendapatkan SK Bupati Kudus sebagai desa wisata rintisan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah memastikan jika tahun 2024 nanti ada evaluasi bagi desa wisata yang masih enggan berkembang.
”Tahun depan jadwal kami evaluasi. Ketika tidak bisa berkembang dan nilainya menurun nanti SKnya kami cabut. Kami sudah warning, kepada pengelola, pokdarwis desa wisata,” katanya, Senin (11/12/2023).
Perkembangan desa wisata sendiri, sambung dia, bisa dilihat dari beberapa faktor. Di antaranya, mulai dari pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pengembangan potensi kekhasan yang ada di desa wisata, pengelolaan wisatanya, hingga multiplayer effect yang diperoleh masyarakat sekitar.
”Seperti kirab itu kan pengembangan budaya masyarakat. Tapi tidak hanya itu saja, harus ada pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat desa dan menjadi daya tarik sendiri wisatawan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, 30 desa wisata rintisan di Kudus yang sudah memiliki SK akan mampu memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki saat ini.
Editor: Dani Agus



