Akui Kesalahan, SD 1 Garung Lor Perketat Pengawasan Siswa
Yuda Auliya Rahman
Rabu, 3 Januari 2024 16:12:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pihak SD 1 Garung Lor mengakui kesalahan lengahnya pengawasan terhadap siswa hingga membuat mereka bermain di jalanan. Pihak sekolah, akan memperketat pengawasan terhadap siswanya agar kejadian serupa tak terjadi kembali.
Diketahui, viral video yang merekam aksi sekelompok siswa SD 1 Garung Lor yang bermain di Jalan Raya Kudus-Jepara. Bahkan sesekali, mereka terlihat ke tengah jalan raya dan mencegat kendaraan yang melintas. Saat kendaraan mendekat, siswa langsung lari menepi.
Kepala SD 1 Garung Lor Kusrini menyebut, setelah mendapatkan video pihaknya langsung menghubungi orang tua siswa tersebut. Hari ini, siswa tersebut juga diedukasi untuk tak melakukan perbuatannya lagi karena membahayakan.
”Kami tanya mereka itu iseng, dari sekelompok siswa hanya satu yang nekat (ke tengah jalan raya),” katanya, Rabu (3/12/2023).
Pihaknya akan memperketat pengawasan para siswa tersebut. Ruang kelas 5 dan 6 yang awalnya jauh dari ruang guru dan dekat dengan gerbang akan dirotasi di ruang kelas 2 dan 3.
Selain itu, pihak sekolah akan selalu mengawasi dan menutup pintu gerbang saat selama jam sekolah masih berlangsung.
”Pintu gerbang akan kami tutup, kami perketat pengawasan,” ujarnya.
Sementara Korwil Pendidikan Kaliwungu Heru Sulistiyono menyebut, sekolah sudah diminta untuk memperketat keamanan dan pengawasan di sekolah. Sehingga para siswa tidak bisa bermain di jalan raya lagi.
”Saya sangat prihatin. Dan ini yang salah guru kurangnya pengawasan di jam sekolah dan istirahat yang membuat siswa bisa keluar kemana-mana. Ini yang perlu harus diperbaiki, guru harus perketetat pengawasan di sekolah,” ucapnya.
Editor: Supriyadi



