Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (3/2/2023), sejumlah warga yang melintas melihat air sungai yang memerah itu dari jembatan penghubung antardesa. Diduga, sungai tersebut telah tercemar limbah.

Fenomena memerahnya sungai itu berlangsung sekitar 30 menitan. Setelahnya, air kembali normal.

Melansir dari Detik.com, warga menduga, sungai itu tercemar karena ada oknum penjual rosokan yang mengalirkan limbahnya ke sungai. Di mana, penjual rosokan itu membuang air bekas cucian drum ke sungai.

Peristiwa serupa disebutnya pernah terjadi sekitar dua tahun lalu. Warga sendiri menyebut pernah mengingatkan oknum penjual rosokan itu agar tidak membuang limbah ke sungai.

Baca: Polwan-Polwan Cantik Polres Blora Blusukan di Desa, Ada Apa?

Warga khawatir, limbah hasil cucian itu mengandung bahan berbahaya. Sebab, warga mengambil air sungai itu untuk minum ternaknya.

Kepala Desa Sumurboto, Suprapti mengatakan pihaknya telah melaporkan memerahnya air sungai di desanya itu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora.

’’Kami sudah melaporkan secara lisan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Blora. Namun secara tertulis akan kami laporkan Senin,’’ terangnya.Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup, Gartini mengaku belum mendapat laporan dari pihak pemerintah desa setempat.’’Belum ada laporan masuk,’’ ucap Gartini.Gartini mengaku masih menunggu laporan dari pihak desa. Nantinya akan ditelusuri penyebab pencemaran sungai tersebut.’’Biasanya diambil sampel airnya dulu. Akan dilakukan uji laborat untuk mengetahui pencemarannya. Sumber pencemarannya dari mana, jenis apa dan lain-lain. Akan ada tim yang turun lapangan. Kami tunggu laporan,’’ imbuhnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler