Melihat Aksi Emak-Emak Cantik Damkar Grobogan Padamkan Api
Zulkifli Fahmi
Senin, 5 Februari 2024 09:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Induk Purwodadi, Kabupaten Grobogan menggelar latihan bersama. Kegiatan ini guna meningkatkan pelayanan masyarakat.
Sebanyak 105 orang anggota Damkar dari Pos Induk Purwodadi, Pos Wirosari, Pos Godong, dan Pos Gubug. Pelatihan itu diselenggarakan selama dua hari, Sabtu-Minggu (3-4/2/2024).
”Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan para petugas Damkar dalam pelayanan masyarakat bila terjadi bencana kebakaran,” kata Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta, Senin (5/2/2024).
Dalam pelatihan, para personel Damkar dilatih mengoperasikan Power Take Off (PTO) truk pemadam kebakaran. PTO merupakan komponen penting dalam sarana prasarana truk Damkar agar pemakaiannya awet.
Kemudian, para pesonel juga dilatih menerapkan response time. Di mana, petugas harus siap merespons kejadian kurang dari 15 menit sesuai standar pelayanan minimal.
Latihan iini meliputi dari pengiriman pasukan dan sarana pemadam kebakaran atau dispatch time serta waktu perjalanan menuju lokasi kebakaran dan waktu menggelar sarana pemadam kebakaran sampai siap untuk memadamkan.
”Pelatihan bersama ini sangat penting dilakukan karena Damkar dituntut harus memenuhi target SPM standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan berupa respon time 15 menit. Alhamdulillah di tahun 2023 pelayanan SPM tersebut sudah tercapai,” ujarnya.
Nur Nawanta menambahkan, dari sebanyak 189 kejadian kebakaran pada 2023, angka response time 15 menit sebesar 75 persen dari target 73 persen.
Para petugas Damkar tampak serius mengikuti kegiatan pelatihan itu. Termasuk, emak-emak petugas damkar terlihat kompak berlatih menggunakan alat pemadam kebakaran.
Mereka juga menggelar simulasi pemadaman kebakaran agar capaian response time 15 menit dapat terpenuhi dengan baik. Menurut Nur Nawanta, dalam tugas memadamkan kebakaran, memang dibutuhkan kerja sama tim agar proses pemadaman api dapat segera tertangani.



