Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan adanya risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Diketahui, bencana hidrometeorologi ini di antaranya, banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Peringatan ini menyusul adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah di Indonesia, Rabu (12/6/2024). Wilayah tersebut yakni, Bangka Belitung, Banten, dan Gorontalo.

Kemudian, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, dan Papua. Peringatan yang sama juga diberikan pada Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatra Utara.

Untuk wilayah Aceh, Lampung, dan Maluku Utara terdapat potensi hujan lebat. Sedangkan di Bengkulu dan Sumatra Selatan diperkirakan hujan sedang hingga ringan.

Di Jawa Barat dan Kalimantan Barat diperkirakan hujan berpetir. Kemudian Nusa Tenggara Timur diperkirakan ada angin kencang.

Melansir dari Antara, BMKG sebelumnya menyatakan risiko hujan di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi. Setidaknya potensi itu muncul hingga September, meski beberapa wilayah juga sudah mulai memasuki musim kemarau.

Deputi Meteorologi Guswanto menjelaskan hal tersebut terjadi karena adanya beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Indonesia, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby, Kelvin, hingga pola sirkulasi siklonik serta potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.

Kondisi ini bisa menimbulkan dampak cuaca ekstrem kebencanaan hidrometeorologi meski pada saat yang bersamaan Indonesia mulai dilanda musim kemarau pada Juni-September 2024.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler