Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon merencanakan untuk merevisi buku sejarah Indonesia. Dalam upayanya itu, pihaknya akan melibatkan sekitar 100 sejarawan.

Rencananya, proyek revisi buku sejarah Indonesia itu akan dipimpin sejarawan senior dari Universitas Indonesia, Prof Dr Susanto Zuhdy.

Menurutnya, buku sejarah Indonesia versi terbaru nantinya memuat sejumlah revisi, penambahan, dan pelurusan berdasarkan kajian akademik para ahli.

Buku itu akan dibagi ke beberapa jilid dengan editor yang berbeda.

”Yang era prasejarah sampai era misalnya perjuangan kemerdekaan dan sampai sekarang,” tambahnya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (6/5/2025).

Proyek itu pun tidak dimulai dari nol, melainkan merevisi informasi ataus sejarah yang sudah dituliskan dalam buku sejarah Indonesia. Termasuk di dalamnya peristiwa-peristiwa politik.

Penyusunannya nanti dilakukan dengan pendekatan ilmiah yang merujik pada sumber-sumber yang telah ada. Kemudian, informasi tersebut diperkuat dengan temuan-temuan terbaru.

Proses pembaharuannya meliputi tiga aspek utama, revisi atau narasi yang sudah ada, penambahan materi sejarah baru, dan pelurusan bagian yang perlu klarifikasi berdasarkan hasil kajian.

Target... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler