Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Jagat maya digegerkan dengan seorang penumpang pesawat Lion Air ngamuk hingga teriak bom di dalam pesawat. Peristiwa itu terjadi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Sabtu (2/8/2025).
Pelaku diketahui merupakan pria berinisial HR (42). Ia melakukan perjalanan dari Merauke mengunakan pesawat Makassar-Soetta denan tujuan akhir Kualanamu, Medan.
Pelaku kini diamankan dan telah ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku diketahui pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ).
”Berdasarkan informasi dari keluarga, pelaku sempat dirawat selama satu bulan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Jakarta," kata Kapolresta Bandara Soetta Kombes Ronald Sipayung seperti dikutip dari Detik.com, Senin (4/8/2025).
Tak hanya itu, pelaku juga pernah diamankan kepolisian Merauke lantaran tak membayar hotel tempatnya menginap.
”Pelaku sempat diamankan oleh kepolisian Merauke karena tidak membayar biaya menginap di Hotel Swiss Bell,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula saat dalam proses taxi way menuju lantasan untk lepas landas dari Terminal 1A Bandara Internasional Soetta, Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 18.35 WIB.
Saat itu, HR tiba-tiba mengamuk dan mengaku membawa bom di dalam pesawat. Sontak, kejadian itu sempat membuat penumpang panik.
Penumpang Dievakuasi...
Pilot pun memutuskan untuk membatalkan penerbangan dan kembali ke apron. Selanjutnya, para penumpang dievakuasi dan diminta menunggu di ruang tunggu Terminal 1A Bandara Internasional Soetta.
Penerbangan Lion Air JT 308 mengalami penundaan selama beberapa jam dan harus mengganti pesawat dari Boeing 737-900 MAX PK-LRG ke Boeing 737-900ER PK-LSW.
”Sebanyak 181 penumpang lainnya akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju Bandara Kualanamu pukul 21.55 WIB,” kata Ronald.
Sementara itu, Corporate Communications Officer Lion Air, Neni Artauli Sianturi, menjelaskan seluruh bawaan para penumpang kembali diperiksa. Hasilnya nihil ancaman pada barang-barang mereka.



