Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Ini Imbauan untuk Warga
Zulkifli Fahmi
Selasa, 12 Agustus 2025 11:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Lumajang – Gunung Semeru mengalami erupsi hingga lima kali, Selasa (12/8/2025) pagi ini. Tinggi kolom letusannya mencapai 1 km dari atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pukul 05.17 WIB. Saat itu visual letusan tak teramati namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm berdurasi 148 detik.
Kemudian, pada pukul 06.31 WIB, visual letusan tak teramati. Pada letusan ketiga, pukul 07.30 WIB tinggi kolom letusan baru teramati sekitar 1 km di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Letusan keempat terjadi 14 menit kemudian atau pada pukul 07.44 WIB. Saat itu, kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
”Erupsi kelima terjadi pukul 10.03 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/8/2025).
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II. Sejumlah rekomendasi diberikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Rekomendasi itu meliputi, masyarakat dilarang beraktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Imbauan Selanjutnya...
- 1
- 2



