Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Bantul – Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disetop sementara. Pemberhentian sementara itu dilakukan akibat dugaan keracunan MBG.

Itu diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, Kamis (6/11/2025).

”Jadi ada empat SPPG di Bantul yang operasionalnya berhenti sementara karena kasus dugaan keracunan (MBG),” katanya seperti dikutip dari Detik.com.

Penutupan dapur MBG itu sendiri dilakukan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melakukan audit pada keempatnya.

”Karena kalau ada kejadian dugaan keracunan MBG langsung dari BGN ada yang mengaudit dan keluarlah keputusan tersebut, yaitu berhenti sementara. Jadi BGN yang melakukannya,” ujarnya.

Meski begitu, berdasarkan informasi terakhir, satu dari empat SPPG itu sudah aktif kembali. Ia menjelaskan, SPPG itu kembali aktif setelah menjalankan rekomendasi dari BGN.

”Dari empat itu yang sudah diaktifkan satu, diaktifkan lagi itu karena rekomendasi dari BGN sudah dijalankan salah satunya mengurus SLHS (Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi),” ucapnya.

Hasil Evaluasi... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler