Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Dalam memperingati Hari Guru Nasional 2025, Menteri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu’ti mengingatkan para guru pada tantangan di masa depan.

Ia mengatakan, di era digital dan dunia global saat ini, tugas guru semakin berat. Di mana, guru akan dihadapkan dengan tentangan kehidupan yang makin hedonis dan materialistis.

Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik serta tuntutan masyarakat yang makin tinggi, namun rendah apresiasi.

”Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum. Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (25/11/2025).

Pihaknya pun telah menggandeng dan bekerja sama dengan Kapolri untuk memberikan perlindungan pada guru.

Isi dalam kerja sama itu, yakni mendorong penyelesaian damai atau restorative justice bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM), terkait dalam tugas mendidik.

Abdul Mu'ti menegaskan, guru merupakan agen pembelajaran dan peradaban yang mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia.

Luruskan Niat... 

Sebagai agen peradaban, kehadiran guru semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, hingga keharmonisan keluarga.

”Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalam dan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugas mulia itu, idealnya guru memiliki stamina intelektual, sosial, moral yang prima, teguh, dan tegar di tengah berbagai tantangan dan permasalahan.

”Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri,” ajak Abdul Mu’ti.

Di kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru dan jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka.

”Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai,” imbaunya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler