Awas Daging Gelonggongan! Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Beli
Zulkifli Fahmi
Selasa, 3 Maret 2026 21:08:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Peredaran daging gelonggongan di Pasar Tradisional Kabupaten Kudus menjadi perhatian saat Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Kepala UPTD Peskeswan dan RPH (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Hewan dan Rumah Potong Hewan), Anton Cahyono mengimbau masyarakat lebih jeli mengenali ciri-cirinya agar tak tertipu.
”Daging gelonggongan itu dihasilkan dari sapi yang sebelum penyembelihannya diguyur atau diminumi air sebanyak-banyaknya. Tujuannya supaya berat timbangannya naik. Setelah itu baru disembelih dan diproses,” ujarnya, saat dihubungi Murianews.com via telpon, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, secara fisik daging gelonggongan memiliki beberapa ciri yang mudah dikenali masyarakat. Di antaranya teksturnya lebih lembek, tampak lebih berair, serta warnanya cenderung lebih pucat dibandingkan daging normal.
”Biasanya dagingnya lebih berair dan warnanya lebih pucat. Selain itu, penjual umumnya tidak menggantung dagingnya karena kalau digantung akan terlihat air yang menetes. Jadi biasanya diletakkan di meja atau dasaran,” terangnya.
Meski begitu, Anton mengakui membedakan daging gelonggongan dengan daging beku yang sudah dicairkan (thawing) memang tidak selalu mudah.
”Daging dari freezer (mesin pendingin) yang sudah dicairkan kadang juga tampak pucat dan berair. Jadi memang harus hati-hati. Bedanya, kalau daging gelonggongan biasanya susut saat dimasak. Selain itu, harganya cenderung lebih murah dibanding daging normal,” jelasnya.
Risiko Bagi Kesehatan...



