Krisis Selat Hormuz Pengaruhi Harga BBM, Ekonom UGM Beri Saran Ini
Zulkifli Fahmi
Selasa, 31 Maret 2026 10:38:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jogja – Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin mengatakan, sejumlah risiko seperti kenaikan harga BBM dan komoditas lain tengah dihadapi Indonesia akibat krisis Selat Hormuz.
Terganggunya jalur distribusi global itu berpotensi menimbulkan efek domino pada perekonomian domestik, tak terkecuali di Indonesia.
”Akibatnya, kemungkinan inflasi dapat meningkat, pertumbuhan ekonomi terancam stagnan, tingkat pengangguran tidak membaik, rupiah merosot, surplus neraca perdagangan menyusut,” ujar Eddy, seperti dikutip dari Antara, Selasa (31/3/2026).
Eddy meminta agar pemerintah merumuskan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di tengah ketidakpastian global akibat krisis Selat Hormuz.
Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan edukasi dan pemahaman pada publik terkait kondisi global saat ini serta dampaknya terhadap perekonomian domestik.
Misalnya, Eddy melanjutkan, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang mengarah pada survival dan intermediate ranges, seperti ketersediaan makanan, tempat tinggal, energi, sekolah.
”Lapangan pekerjaan yang terpangkas perlu dibantu pemerintah melalui bantuan pengangguran sementara dan penyaluran pekerjaan di daerah/industri yang memungkinkan,” katanya.
- 1
- 2



